Pages

Minggu, 26 April 2015

Shalat Sunnah

Shalat sunnah adalah semua shala sunnah selain shalat fardhu yang lima waktu. Shalat sunnah biasa juga disebut dengan shalat "Tathowwu". Shalat yang dianjurkan untuk dikerjakan tapi hukumnya tidak wajib. Artinya, jika seseorang mengerjakannya maka akan mendapa pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.

Tempat Shalat Sunnah

Shalat sunnah itu lebih utama dan lebih baik dikerjakan dirumah, sedang kalau shalat fardhu lebih baik dikerjakan dimesjid. Mengenai keutamaan shalat sunnah dilakukan dirumah adalah berdasarkan pada hadits Rasulullah S.A.W berikut ini :

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا

Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu anhu radhiyallahu anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bila seseorang dari kalian selesai shalat di masjid, hendaknya ia menjadikan sebagian shalat di rumahnya, sebab Allah menjadikan kebaikan dari shalatnya di rumahnya.” (Hadits SHOHIH, diriwayatkan oleh imam Muslim no. 778).


عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوْبَةَ 

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia (kaum muslimin, pent), sholatlah kalian di rumah-rumah kalian, karena shalat seseorang yang paling afdhal (lebih utama) itu dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat fardhu.” (Hadits ini SHOHIH. Diriwayatkan oleh An-Nasaa-i III/198, dan ditakhrij oleh Al-Albani dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah nomor: 1508).


عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati.” (Hadits Shahih, diriwayatkan Al-Bukhari nomor.6407)

 Macam-Macam Shalat Sunnah

Shalat sunnah itu ada yang dilakukan dengan berjama'ah dan adapula yang dikerjakan dengan sendirian (tidak berjamaah)

Yang dikerjakan tidak berjama'ah (sendiri) yaitu :
- Shalat Rowatib
- Shalat Dhuha
- Shalat Tahiyyatul Masjid
- Shalat Tahajjud
- Shalat Hajat
- Shalat Istiharah, dsb

Adapun shalat sunnah yang dikerjakan secara berjamaah, misalnya :
- Shalat Tarwih dan Witir ( pada malam bulan Ramadhan )
- Shalat 'Idul Fitri
- Shalat 'Idul Adha
- Shalat Gerhana Matahari dan Bulan
- Shalat Istisqo' (minta hujan), dsb.


Sabtu, 11 April 2015

Kenapa Harus Bersedekah ?


Kenapa harus bersedekah? Karena dengan bersedekah merupakan salah satu cara bagi kita untuk mendapatkan keberkahan harta. Berkahnya harta bagi mereka yang bersedekah dibalas oleh Allah dengan janji pahala yang besar disisinya. Kita lihat dalam setiap perilaku yang bersedekah, terpancarlah aura kebahagiaan, suasana cinta pada Allah Maha Pencipta dan Pemberi Rizki.

Katakanlah,”Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”. ( QS Saba,34: 39) 

Ingin menjadi orang kaya tapi mulia?

Beberapa tips menjadi kaya dari Ustad Yusuf Mansur:
1. Shalat Dhuha 4 rakaat (dilaksanakan dalam 2 rakaat – 2 rakaat) dapat membuka pintu rizqi
2. Meminta pada Allah saat Shalat Tahajjud
3. Memelihara dan memberi makan anak yatim
4. Sedekah 10% dari penghasilan, karena 2,5% saja tidak cukup
5. Sedekah 10% dari jumlah yang diinginkan. Dengan konsep ini, jika kita ingin membeli rumah seharga Rp 100 juta, maka kita harus bersedekah sekitar Rp 10 juta terlebih dahulu. Karena beginilah matematika sedekah menurut Ustad Yusuf Mansur10 – 1 = 19.
Dalam matematika biasa memang 10 – 1 adalah 9. Namun karena Allah menjanjikan balasan 10x lipat, maka minimal kita akan mendapatkan 19.
Jika perhitungan dilanjutkan maka akan seperti ini: 10 – 2= 28
10 – 3= 37
10 – 4= 46
10 – 5= 55
10 – 6= 64
10 – 7= 73
10 – 8= 82
10 – 9= 91
10 – 10= 100
6. Jadi sekarang agak ‘masuk akal’ kan jika ingin beli rumah Rp 100 juta maka harus bersedekah Rp 10 juta dulu

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah 195].


Barangsiapa yang mendapatkannya dengan cara halal dan benar-benar menunaikan amanah tersebut secara baik, dengan membelanjakannya untuk ketaatan kepada Alloh dan mengharap ridho-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala atas langkahnya yang baik tersebut. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor kebahagiaannya. Namun sebaliknya, barangsiapa yang mendapatkan hartanya dengan cara yang haram dan menyalahgunakan amanah tersebut dengan membelanjakannya dalam hal-hal yang diharamkan, maka kelak ia akan mendapat balasannya. Hal itulah yang menjadi salah satu sebab kebinasaan dan kesengsaraannya, kecuali Alloh mengampuninya dengan kasih sayang-Nya.

Menghapus Dosa dan Kesalahan

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki0laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)

“… Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baikitu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk…”. (Hud : 114)

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Robbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langin dan bumiyang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Alloh menyukai orang-orang yang beerbuat kebajikan.” (Ali ‘Imron: 133-134)

Yang dapat diambil kesimpulan dari ayat di atas, bahwa termasuk hal-hal yang paling utama dan nyata dapat mendatangkan ampunan Alloh terhadap berbagai kesalahan dan dosa adalah infak / sedekah dengan mengharap keridhoan Alloh SWT.

Alloh SWT menjadikan sedekah sebagai salah satu sebab diampuninya kemaksiatan, dihilangkannya keburukan dan dimaafkannya berbagai kekhilafan.

nah, kawanku yang baik hatinya…adkah diantara kita yang masih enggan untuk beresedekah, padahal janji Allah itu sangat jelas, janji Allah sangat nyata dan janji Allah pasti akan ada balasannya….masihkan kau enggan mensedekahkan hartamu? Sesungguhnya orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah mendapat balasan berlipat ganda.